Rabu, 11 Maret 2020

Makalah chi square dan Tabulasi silang (Crosstab)


MAKALAH CHI SQUARE

OLEH 
Ni Wayan Sinta Aprillia                    














KATA PENGANTAR
“Om Swastyastu”
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan  Yang Maha Esa karena telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini yang berjudul “CHI SQUARE”. Adapun pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah keperawatan komunitas.
Dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, kami mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak dan sumber. Oleh karena itu kami sangat menghargai bantuan dari semua pihak yang telah memberi kami bantuan dukungan juga semangat, buku dan sumber lainnya sehingga tugas ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu melalui media ini kelompok menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan dan ilmu pengetahuan yang kelompok miliki. Oleh karena itu kelompok mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna untuk menyempurnakan makalah ini.
Om Santih, Santih, Santih Om

Denpasar,10 maret 2020
 

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 4
1.3 Tujuan ........................................................................................................ 4
1.4 Manfaat ...................................................................................................... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Chi Square.................................................................................... 6
2.2 Tabulasi Data............................................................................................. 6
2.3 Prosedur menggunakan SPSS.................................................................... 7
2.4 Hasil Out Put Crosstabs.............................................................................. 8
2.5 Penjelasan dari Output yang Dilakukan..................................................... 10
2.6 Uji Kesesuaian ........................................................................................... 11
2.7 Uji Independesi ......................................................................................... 12
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 13
3.2. Saran ......................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam kasus dimana variabel yang dihubungkan bersifat numerik, maka analisis menggunakan korelasi merupakan salah satu pilihan. Namun, jika kedua variabel yang dihubungkan bersifat kategorik, maka penggunaan analisis korelasi tidak bisa lagi digunakan karena angka pada suatu kategori hanya berupa kode bukan nilai yang sebenamya sehingga operasi aritmatika tidak sah untuk kasus data kategorik. Alasan yang lain mengapa analisis korelasi tidak bisa digunakan pada data kategorik karena salah satu tipe variabel kategorik adalah nominal yang tidak bisa diurutkan kategorinya. Pemberian urutan yang berbeda jelas akan memberikan nilai korelasi yang berbeda pula sehingga dua orang yang menghitung nilai korelasi besar kemungkinan memberikan hasil yang tidak sama. Untuk itulah maka analisis chi-square yang akan digunakan untuk mencari apakah ada hubungan (asosiasi) dan perbedaan (komparasi) antar variabel-variabel kategorik tersebut.
Beberapa formula statistika disusun berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Formula tersebut dapat menggambarkan sebuah fenomena ketika asumsi-asumsi tersebut terpenuhi.  Oleh karena itu, jika kita memakai formula tersebut maka data yang diharapkan sesuai dengan asumsi sebuah formula penelitian. Berkaitan dengan hal tersebut makalah ini dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan pemahaman chi square (kai kuadrat) dan uji prasyarat analisis yang baik dan benar di dalam sebuah penelitian.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Jelaskan tentang tabulasi silang (crosstab) ?
2.      Jelaskan tentang uji kesesuaian ?
3.      Jelaskan tentang independensi ?
1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui dan memahami tabulasi silang (crosstab)
2.      Untuk mengetahui dan memahami uji kesesuaian
3.      Untuk mengetahui dan memahami tentang independensi

1.4  Manfaat
1        Manfaat teoritis dari penyusunan makalah ini agar mahasiswa memperoleh pengetahuan tambahan dan dapat mengembangkan wawasan mengenai Konsep chi square
2        Manfaat praktis dari penyusunan makalah ini agar para pembaca mengetahui bagaimana konsep chi square




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 DEFINISI CHI SQUARE
Sebuah metode statistika nonparametrik yang paling terkenal dan banyak digunakan ialah uji kai kuadrat. Uji ini tidak dibatasi oleh asumsi-asumsi ketat tentang jenis populasi maupun parameter populasi, yang dibutuhkan hanya derajat bebas. Uji kai kuadrat menggunakan teknik goodness of fit, yaitu dapat digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan yang nyata antara banyak yang diamati yang masuk dalam masing-masing kategori dengan banyak yang diharapkan berdasarkan hipotesis nol. (Suciptawati, 2010). Chi square test atau tes kai kuadrat tergolong ke dalam jenis statistik nonparametrik sehingga chi square test tidak memerlukan syarat data berdistribusi normal (Sufren dan Natanael, 2013).
Karakteristik Chi‐Square:
-     Nilai Chi Square selalu positif  karena merupkan hasil pengkuadratan.
-     Terdapat beberapa kelompok distribusi Chi Square, yaitu distribusi Chi square dengan dk=1, 2, 3, dst.
-     Datanya berbentuk diskrit atau nominal
Chi Kuadrat dapat digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif satu sampel atau satu variabel, yang terdiri atas dua kategori atau lebih. selain itu dapat digunakan untuk menguji hipotesis komparatif  2 sampel atau 2 variabel serta untuk menguji hipotesis asosiatif yang berskala nominal.
2.2 Tabulasi Silang (Crosstab)
Tabulasi Silang (CROSSTAB) adalah metode analisis yang menggunakan data nominal, ordinal, interval serta kombinasi diantara data tersebut. Analisis tabulasi silang (crosstab) adalah teknik untuk melihat atau membandingkan hubungan antar variabel (minimum 2 variabel) dengan menghitung persentase responden untuk setiap kelompok dalam kategori agar mudah dilihat hubungan antara dua variable. Kegunaan analisis tabulasi silang  (crosstab), khususnya dalam perencanaan wilayah dan kota adalah:
a)      Membantu  menyelesaikan  penelitian  yang  berkaitan  dengan penentuan variabel atau faktor yang diperoleh dari data kualitatif. Penentuan hubungan tersebut digunakan sebagai dasar untuk penentuan tindakan perencanaan.  Dengan analasis  tabulasi silang berdasarkan pada data primer yang telah diperoleh didapat suatu uji statistik   yang   nantinya   akan   diperoleh   kesimpulan   mengenai hubungan antara dua variabel.
b)      Dapat mengetahui keterkaitan antar variabel yang dijadikan sampel. Tingkat    keterkaitan    ditunjukkan     dengan    bilang     0-1     yang menunjuukkan derajat keterkaitan rendah hingga sangat rendah.
c)      Dapat menentukan variabel dependent (terikat) dan variabel independent (tidak terikat) dari dua variabel yang dianalisis. Salah satu keluaran dari analisis tabulasi silang adalah penentuan dua variabel terikat dan tidak terikat yang ditunjukkan oleh statistik lambda atau eta.
Dapat dilihat dari kegunaannya bahwa analisis tabulasi silang ini akan sangat membantu perencana dalam menganalisis pada tahap selanjutnya, sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Analisis tabulasi silang dapat berguna apabila data yang diperoleh merupakan data dalam bentuk kategori yang diperoleh dari survey primer di lapangan.
2.3  Prosedur menggunakan SPSS
Buka halaman baru SPSS dengan langkah-langkah sebgai berikut : file – new – data
a.       Penamaan variabel
Ø  Klik variable view pada bagian kiri bawah halaman SPSS – pada kolom name ketikkan : AB ; JK ; SP ; FK (catatan : ini adalah simbol-simbol dari semua variabel) pada kolom label ketikkan : asal benua, jenis kelamin, status perkawinan, frekuensi kunjungan
Ø  Buat pelabelan value (nilai) untuk opsi jawaban variabel yang diteliti (cara sama dengan pengolahan data frekuensi sebelumnya).
Ø  Misalkan data yang akan diolah adalah data (asal benua) dimana simbol angka 1 (asia), 2 (amerika), 3 (eropa), 4 (afrika), 5 (australia), maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : pada kolom values baris pertama, klik pada sudut kanan none (.....) sehinggga muncul halaman values labels – ketikkan 1 pada value, ketikkan asia pada label - klik add, hasilnya akan tertulis 1.00=”asia”. Lanjutkan dengan cara yang sama untuk 2 (amerika), 3 (eropa), 4 (afrika), dan 5 (australia) – klik ok.
Ø  Ulangi dengan cara yang sama untuk semua variabel : usia, kepuasan gaji, dan kinerja kerja.
Ø  Jenis kelamin : 1 (laki-laki) ; 2 (perempuan)
Ø  Status perkawinan : 1 (menikah) ; 2 (tidak menikah)
Ø  Frekuensi kunjungan : 1 (kurang dari 10) ; 2 (lebih dari 10 kali)
b.      Input data-data untuk semua variabel
Ø  klik halaman data view pada bagian kiri bawah halaman SPSS – ketikkan data-data untuk setiap variabel
Ø  Simpan data yang telah buat dengan nama file latihan 4 (cross tab)
Ø  Melihat hasil dari pengelolaan data frekuensi tersebut dapat digunakan langkah-langkah berikut ini : klik analyze – descriptive statistics – crostabs
c.       Pindahkan semua variabel
Ø  Klik asal benua (AB) – klik tanda panah untuk dipindahkan ke kolom row (s) – blok jenis kelamin, status perkawinan, dan frekuensi kunjungan – klik tanda panah untuk dipindahkan ke kolom coloumn (s) – klik ok
Ø  Simpan hasil output hasil pekerjaan dengan nama output crosstab
Ø  Hasil pengelolaan data dapat di interprestasikan sebagai berikut :
2.4 Hasil Out Put Crosstabs
Case Processing Summary
Cases
Valid
Missing
Total
N
Percent
N
Percent
N
Percent
Asal Benua * Jenis Kelamn
10
100.0%
0
.0%
10
100.0%
Asal Benua * Status Perkawinan
10
100.0%
0
.0%
10
100.0%
Asal Benua * Frekuensi Kunjungan
10
100.0%
0
.0%
10
100.0%
Dari data di atas bias dilihat, bahwa jumlah keseluruhan data yang ada adalah 10. N=10 , dan tidak ada data yang hilang karena missing = 0.
Asal Benua * Jenis Kelamn Crosstabulation
Count
Jenis Kelamn
Total
Laki-laki
Perempuan
Asal Benua
Asia
2
0
2
Amerika
0
2
2
Eropa
1
1
2
Afrika
1
2
3
Australia
0
1
1
Total
4
6
10
Berdasarkan data di atas, dapat di lihat bahwa jumlah pengunjung perempuan  ke 5 Benua (Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia) lebih banyak dari pada jumlah laki-laki, yaitu 6 : 4.
Asal Benua * Status Perkawinan Crosstabulation
Count
Status Perkawinan
Total
Menikah
Tidak Menikah
Asal Benua
Asia
2
0
2
Amerika
0
2
2
Eropa
2
0
2
Afrika
1
2
3
Australia
0
1
1
Total
5
5
10
Dari data di atas dapat dilihat, bahwa jumlah pengunjung ke 5 Benua tersebut imbang antara jumlah pengunjung yang berstatus Menikah dan yang  Belum Menikah, yaitu 5 : 5.
Asal Benua * Frekuensi Kunjungan Crosstabulation
Count
Frekuensi Kunjungan
Total
< 10 kali
> 10 kali
Asal Benua
Asia
1
1
2
Amerika
1
1
2
Eropa
0
2
2
Afrika
1
2
3
Australia
1
0
1
Total
4
6
10
 Dari data tersebut dapat dilihat bahwa para pengunjung banyak yang melakukan kunjungan lebih dari 10x. perbandingannnya yaitu 4 : 6.
2.5  Penjelasan dari Output yang Dilakukan
Dari kumpulan data di atas, jumlah dari 10 orang pengunjung yang berkunjung ke 5 Benua ( Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia) , 3 orang di antaranya  melakukan kunjungan ke Afrika yang terdiri dari 1 orang laki-laki yang sudah menikah yang melakukan kunjungan < 10x dan 2 orang perempuan yang belum menikah yang melakukan kunjungan > 10x. Hanya 1 orang saja yang melakukan kunjungan ke Australia, yaitu seorang perempuan yang belum menikah yang melakukan kunjungan sebanyak < 10x. 2 orang ke Asia, laki-laki semua dan sudah menikah, yang satu melakukan kunjungan < 10x dan yang satunya > 10x. 2 orang ke Amerika, semua perempuan dan belum menikah, yang satu melakukan kunjungan < 10x, dan yang satunnya >10x. 2 orang ke Eropa, 1 laki-laki dan 1 perempuan, keduanya sudah menikah dan melakukan kunjungan > 10x. Jadi, jumlah keseluruhan pengunjung adalah 10 orang (N=10).
Pada output akan dihasilkan keluaran dari apa yang kita pilih untuk analisis. sehingga muncul beberapa kotak. Dari setiap tabel dapat ditarik kesimpulannya masing – masing sesuai dengan jenis analisisnya.
2.6 Uji Kesesuaian
Pengujian hipotesis kompatibilitas (goodness of fit) merupakan pengujian hipotesis untuk menentukan apakah suatu himpunan frekuensi yang diharapkan sama dengan frekuensi yang diperoleh dari suatu distribusi, seperti distribusi binomial, poisson, normal, atau dari perbandingan lain. Jadi, uji goodness of fit merupakan pengujian kecocokan atau kebaikan suai antara hasil pengamatan (frekuensi pengamatan) tertentu dengan frekuensi yang diperoleh berdasarkan nilai harapannya (frekuensi teoretis).
Ø  Langkah-langkah pengujian hipotesis goodness of fit ialah sebagai berikut:
1.      Menentukan hipotesis H0
frekuensi pengamatan sesuai dengan frekuensi yang diharapkan H1 : frekuensi pengamatan tidak sesuai dengan frekuensi yang diharapkan :
2.      Menentukan tingakat signifikansi ( α ) dan nilai χ2 dari table Tingakat signifikansi ( α ) dan nilai χ2 tabel ditentukan dengan derajat bebas (db) = k – N
3.      Menentukan kriteria pengujian
H0 diterima apabila χ20 ≤ χ2α (k – N) H0 ditolak apabila χ20 > χ2α (k – N)
4.      Menentukan nilai uji statistik Membuat kesimpulan
5.       Menyimpulkan apakah H0 ditolak atau diterima berdasarkan nilai statistik uji yang diperoleh
Rumus Uji Kesesuaian :
2.7 Uji Independen
Uji kebebasan ini digunakan untuk memeriksa kebebasan atau independensi dari dua variabel (frekuensi observasi dan frekuensi harapan) sehingga kita dapat menyimpulkan apakah kedua peubah tersebut saling bebas (tidak berpengaruh) ataukah keduanya saling bertalian (berpengaruh).
Data untuk menguji kebebasan dua variabel tersebut disajikan dalam bentuk Tabel Kontingensi atau Tabel Berkemungkinan yang umumnya berukuran r baris x k kolom. Sebelum melakukan pengujian, terlebih dahulu kita harus mendefinisikan Hipotesis Awal (H0) dan Hipotesis Alternatif (H1), yaitu:
H0          : variabel-variabel saling bebas
H1          : variabel-variabel tidak saling bebas
Biasanya Tabel Kontingensi berisikan data berupa frekuensi observasi yang diperoleh dari suatu pengujian. Untuk itu, kita perlu mencari frekuensi ekspektasi terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian.
Rumus Uji Independen :


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Uji kai kuadrat menggunakan teknik goodness of fit, yaitu dapat digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan yang nyata antara banyak yang diamati yang masuk dalam masing-masing kategori dengan banyak yang diharapkan berdasarkan hipotesis nol. (Suciptawati, 2010). Chi square test atau tes kai kuadrat tergolong ke dalam jenis statistik nonparametrik sehingga chi square test tidak memerlukan syarat data berdistribusi normal (Sufren dan Natanael, 2013).
3.2 Saran
Kami sebagai penulis dapat berharap kepada para pembaca, dimana setelah membaca makalah yang kami buat ini para pembaca dapat memahami tentang chi square.

DAFTAR PUSTAKA

            Sukawana I Wayan, 2008. Pengantar Statistik Untuk Perawat. Jurusan keperawatan Poltekes Denpasar
            Dr Riduwan,m.b.a.2011.Dasar-dasar Statistika.Alfabeta. Bandung
Sabri, L., Hastono, SP. Statistik Kesehatan.Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers. 2008








Tidak ada komentar:

Posting Komentar